Konflik yang terjadi antara Korea Utara (Korut) dan juga Korea Selatan (Korsel), belum berpengaruh pada bisnis industri otomotif lokalnya. PT Kia Mobil Indonesia (KMI), ATPM Kia masih tahan terhadap tragedi perang saudara kedua negara tersebut.
“Saya sudah menghubungi langsung ke sana (prinsipal) dan tak ada pengaruhnya sama sekali (ke bisnis ini). Letak pertikaian itu di utara Korea Selatan. Jauh,” ujar Hartanto Sukmono, Direktur Pemasaran KMI di Jakarta.
Seperti diberitakan, Angkatan bersenjata Korut dan Korsel saling tembak sekitar kurang lebih 20 menit di sebuah pulau sengketa Yeonpyong di dekat perbatasan kedua negara itu.
Data dari situs resmi Kia Motors Irlandia menunjukan tiga pabrik Kia di Korea Selatan memproduksi 1,16 juta mobil tiap tahun lebih dari setengah total produksi perusahaan tersebut di seluruh dunia yang lebih dari 1,5 juta.
Aktivitas produksi KMI sama sekali tidak terpengaruh walaupun media internasional gencar memberitakan mobilisasi militer oleh Korea Selatan dan Korea Utara sebagai reaksi atas peristiwa penembakan pekan lalu yang menewaskan empat warga negara Korea Selatan.
Tags: KIA Indonesia, KIA Mobil Indonesia, konflik korea, konflik korea selatan dan korea utara